KaiZeN – The World without Boundary

Desember 31, 2009

Sistem Pendukung Keputusan (Tugas 1) Memilih Universitas S2

Filed under: 1 — by dojokaizen @ 4:05 am

Sistem pendukung pengambilan keputusan atau yang lebih sering dikenal dengan sebutan Decision Support System merupakan bagian dari sistem informasi yang berbasis komputer yang digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi, perusahaan atau personal.

Sedangkan menurut Moore dan Chang, Sistem pendukung pengambilan keputusan dapat digambarkan sebagai sistem yang berkemampuan mendukung analisis ad hoc data, dan pemodelan keputusan, berorientasi keputusan, perencanaan masa depan dan digunakan pada saat yang tidak biasa.

Selain sistem pendukung pengambilan keputusan digunakan pada sebuah perusahaan sistem pendukung pengambilan keputusan juga bisa dilakukan untuk kebutuhan personal, sebagai contoh penggunaan sistem pendukung pengambilan keputusan pada sisi perorangan yang bisa saya jadikan contoh adalah ketika mengambil keputusan untuk memilih universitas dalam bidang pendidikan pasca sarjana saya.

Dalam melakukan Sistem pendukung pengambilan keputusan di lakukan dalam beberapa tahapan, diantaranya adalah sebagai berikut :


1.
Definisi Masalah.

Sebelum melakukan sebuah pengambilan keputusan langkah pertama yang harus dilakukan pertama kali adalah mendifinisikan masalah dan juga mengidentifikasikan masalah, dimana saya mencari dahulu permasalahan yang paling utama, dalam permasalahan kali ini adalah ”dimana saya harus melanjutkan pendidikan S2 saya pada Universitas saya yang lama (Universitas Bina Nusantara) atau melanjutkan di Universitas yang baru (Universitas Gunadarma)??”

Inilah salah satu gambaran permasalahan yang saya hadapi, dimana dalam permasalahan pemilihan tersebut di pengaruhi oleh beberapa faktor dalam menentukan pilihan diantaranya adalah : tempat, biaya, komunitas, akreditasi, dll.

2. Pengumpulan data dan Informasi yang Relevan
Langkah berikutnya adalah melakukan pengumpulan data-data dan informasi relevan yang nantinya akan membantu dalam pemberian alternativ solusi kepada pengguna. Dimana data-data yang saya dapatkan adalah

a. Jarak antara Wisma Antara (Office) ke kampus Gunadarma Kenari kurang lebih sebesar 4,5 Km (sumber menggunakan applikasi map source).

b. Untuk jarak Wisma Antara ke kampus Bina Nusantara JWC membutuhkan jarak tempuh sekitar 7,6 Km (sumber menggunakan applikasi map source).

c. Akreditasi untuk Program Studi S2 Manajemen Sistem Informasii Universitas Gunadarma memiliki akreditasi B (sumber BAN-PT).

d. Untuk akreditasi Program Studi S2 Manajemen Sistem Informasi Universitas Bina Nusantara juga memiliki akreditasi B (sumber BAN-PT).

e. Untuk Biaya perkuliahan Program Studi S2 Manajemen Sistem Informasii Universitas Gunadarma membutuhkan biaya kurang lebih 20 juta.

f. Biaya perkuliahan pada Program Studi S2 Manajemen Sistem Informasi Universitas Bina Nusantara membutuhkan biaya sebesar kurang lebih sebesar 40 juta.


3.
Pengolahan data menjadi Informasi
Berdasarkan data-data yang sudah di dapatkan dari beberapa sumber disertai dengan data-data pendukungnya data-data tersebut diolah untuk menjadi sebuah informasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dalam pencarian dari solusi yang dibutuhkan.


4.
Menentukan alternatif-alternatif solusi
Dari hasil data-data yang didapatkan dan data-data pendukung lainnya dengan mempertimbangkan faktor biaya, flexibelitas jadwal, dan citra universitas sebagai prioritas yang utama maka solusi yang saya pilih adalah melanjutkan pendidikan Program Studi S2 di Manajemen Sistem Informasii Universitas Gunadarma dengan didukung juga data-data yang saya dapatkan dari pengalaman saya seperti meilih Universitas yang berbeda dari Universitas yang sebelumnya akan mendatangkan banyak relasi dan perluasan almamater, dan lain sebagainya.

Stock Index Futures

Filed under: 1 — by dojokaizen @ 4:00 am

Sebagian dari kita mungkin sudah tidak asing lagi jika mendengar investasi pasar modal, obligasi, reksadana, property dan lain-lain. Namun mungkin sedikit asing untuk yang namanya Stock Index Futures. Dan dalam beberapa waktu ini juga sangat sering kasus-kasus investor yang merasa di tipu ketika mereka menginvestasikan uangnya ke Stock Index Futures, oleh karena itu saat ini saya akan coba membahas mengenai apa itu Stock Index Futures.

Stock index futures merupakan kontrak untuk membeli atau menjual nilai dari suatu index saham pada harga tertentu pada waktu yang telah di tentukan di masa yang akan datang. Pelaku bisnis dan para trader bertransaksi stock index futures atau indeks berjangka dengan alasan yang berbeda-beda.

Sebagai contoh seorang investor yang memperkirakan harga dari suatu index saham akan naik untuk periode waktu tertentu berusaha mengambil keuntungan dengan cara membeli kontrak berjangka pada indeks saham tersebut. Keuntungan atau kerugian tergantung dari apakah harga dari indeks saham tersebut naik atau turun.

Sebaliknya, investor yang lain atau investor yang sama bisa berspekulasi terhadap penurunan harga yang telah diperkirakan dengan cara menjual terlebih dahulu kontrak indeks saham berjangka pada saat ini, dengan harapan mereka nanti bisa menutup transaksi yang menguntungkan dengan cara membeli jenis kontrak indeks saham berjangka yang sama. Berikut tampilan Stock index futures yang saya ambil dari http://rti-ifx.com/


Ada 4 macam produk indeks yang sering diperdagangkan di perusahaan futures lokal. Diantaranya yakni :

1. Hongkong Hangseng 33
Index Hangseng merupakan index pasar saham di pasar Hongkong. Digunakan untuk mencatat perubahan pasar setiap harinya. HSI mulai diperdagangkan pada 24 November 1969, dibentuk dan diawasi oleh HSI Service Limited, yang seluruh sahamnya dimiliki oleh Bank Hangseng, Bank kedua terbesar di Hongkong.

2. Japanese Nikkei 225
Index Nikkei merupakan saham asia yang paling diperhatikan oleh masyarakat. Pergerakan index nikkei diberitakan setiap hari oleh koran Nihon Keizai Shinbun sejak 1971 dan merupakan salah satu faktor yang membuat Yen kuat. Setiap komponen yang didalamnya diseleksi setahun sekali.

3. Korean Kospi 200
Korea Composite Stock Price Index (KOSPI) merupakan index dari seluruh perusahaan yang diperdagangkan di Bursa Efek Korea. Index merupakan pasar yang didasarkan oleh pergerakan pasar. Indeks ini diperkenalkan pada tahun 1983. Nilai dasar 100 saham ditetapkan pada tanggal 4 Januari 1980.

4. United State Dow Jones
Dow Jones Industrial Average (DJIA) merupakan salah satu dari index saham yang diciptakan oleh Wall Street Journal dan pendiri Dow Jones, Charles Dow. Dow mengeluarkan index sebagai cara untuk meningkatkan pasar saham industri Amerika. Dow Jones merupakan Dasar index tertua di Amerika.

Beberapa hal yang membedakan investasi di pasar modal (Saham) dengan Index Futures adalah sebagai berikut :
1. Kalau investasi saham, kita beli FISIK barang (saham). Kalau futures, kita beli angka di monitor.

2. Kalau saham, transaksinya ada di BURSA. Kalau futures (biasanya) hanya dilakukan oleh perusahaan pialang tersebut (pasar sendiri).

3. Kalau saham, tidak ada JANGKA WAKTU, artinya, kita boleh pegang saham tersebut sampai kapanpun. Kalau futures, ada masa kontrak (1 bulan, 3 bulan), sehingga apabila kita beli kontrak, maka kita harus jual kontrak tersebut sebelum jatuh temponya, walaupun harga turun.

4. Kalau saham, tidak ada CUT LOSS dari perusahaan sekuritas. Apabila harga saham turun, kita bisa tahan barang, sampai harga saham kita naik kembali, sehingga uang tidak hilang. Namun untuk futures, apabila index turun lebih banyak dari modal yang kita punya, maka modal kita akan di CUT LOSS oleh pialang, sehingga uang kita lenyap dengan seketika

Tema: Toni. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.